Perjalanan Spiritual Orang Berilmu dalam Al-Quran: Studi Analisis Surah Ali Imran, Al-‘Ankabut, dan Az-Zumar

Authors

  • Amrina Rasyada Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Author
  • Dafit Maulana Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Author
  • Fina Salsabila Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara Author

Keywords:

Spiritual Journey, Knowledgeable, Al-Qur'an

Abstract

The spiritual journey in Islam is a process of drawing closer to Allah SWT by increasing awareness and understanding. For people of knowledge, it involves not only seeking knowledge but also deepening their comprehension of life and creation. Through contemplation, observing nature, and applying knowledge, they feel a closer connection to God. This research examines the spiritual journey through Surah Ali Imran: 190-191, Al-Ankabut: 43, and Az-Zumar: 18, focusing on interpretations by renowned scholars. Using a thematic approach, it analyzes Qur’anic verses with similar themes, supported by relevant literature. The findings highlight three key aspects of the journey: (1) linking natural observations with divine consciousness, (2) deep understanding of knowledge, and (3) wisdom in applying it. Knowledgeable individuals do not merely acquire information but seek deeper meaning and wisely practice what they learn. This study affirms that knowledge and spirituality in Islam are interconnected, guiding individuals to a life of greater meaning and a closer relationship with Allah SWT. The spiritual journey merges knowledge with reflection, helping individuals grow closer to God through understanding and wise application.

 

Perjalanan spiritual dalam Islam merupakan proses mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman. Bagi orang-orang yang berilmu, hal ini tidak hanya berarti mencari ilmu tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang kehidupan dan ciptaan. Melalui kontemplasi, mengamati alam, dan menerapkan ilmu, mereka merasakan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Penelitian ini mengkaji perjalanan spiritual melalui Surat Ali Imran: 190-191, Al-Ankabut: 43, dan Az-Zumar: 18, dengan fokus pada tafsir para ulama ternama. Dengan menggunakan pendekatan tematik, penelitian ini menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang mempunyai tema serupa, didukung dengan literatur yang relevan. Temuan ini menyoroti tiga aspek kunci dari perjalanan ini: (1) menghubungkan pengamatan alam dengan kesadaran ilahi, (2) pemahaman mendalam terhadap pengetahuan, dan (3) kebijaksanaan dalam menerapkannya. Individu yang berpengetahuan tidak sekedar memperoleh informasi tetapi mencari makna yang lebih dalam dan dengan bijak mempraktekkan apa yang mereka pelajari. Kajian ini menegaskan bahwa ilmu dan spiritualitas dalam Islam saling berhubungan, membimbing individu menuju kehidupan yang lebih bermakna dan hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT. Perjalanan spiritual menggabungkan pengetahuan dengan refleksi, membantu individu tumbuh lebih dekat dengan Tuhan melalui pemahaman dan penerapan yang bijaksana.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aas, Astri. “Keutamaan Orang Berilmu (Analisis QS. Al- ‘ Ankabut : 41-43 ).” Journal Islamic Pedagogia 1, no. 1 (2021): 7–13.

Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Al–Sheikh, Lubaabut Tafsiir Min Ibnu Katsiir (Tafsir Ibnu Katsir) Juz 4, penj. Tim Abdul Ghoffar. Bogor: Pustaka Imam Asy Syafi’i, 2003.

Aini, Putri Rizki. “KEKUATAN PENGETAHUAN : KEUTAMAAN DAN MANFAAT MENJADI ORANG BERILMU DALAM QS . FATIR : 28 ( KAJIAN TAFSIR FI ZHILALIL Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan )” 6, no. 2 (2023): 329–43.

Al-Dimasyqi, Al Imam Abu Al-Fida Ismail Ibnu Katshir. Tafsir Ibnu Katshir. Surabaya: Bina Ilmu, 2002.

As-Syarqowi, Syaikh Abdullah, Tarjamatu Syarah Al-Hikam Ibnu ’Athoilah. Tuban: Maktabah Balagh, t.t

Damopoli, M., Sulistyaningsih, M., & Monoarfa, J. F. e-ISSN: 2808-4721. Pendidikan Agama Islam Di Thailand, 2(4), (2022). 479–491

Hamka Haq, Tafsir Maudhu’i atas Tanda-tanda Kebesaran Allah Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2015.

Hidayah, Nurul. Perumpamaan dalam Al-Qur’an: Studi dan Tafsir Kontekstual. Bandung: Mizan Pustaka, 2021.

Ibnu Katsir Online “Tafsir Surat Al-'Ankabut, ayat 41-43” http://www.ibnukatsironline.com/2015/09/tafsir-surat-al-ankabut-ayat-41-43.html. diakses pada tanggal 25 oktober 2024

Kaṡīr, Imam Ibnu. Tafsīr Ibnu Kaṡīr. Sukoharjo: Insan Kamil, 2019.

Nafi, Nazzala Aulian, Miftarah Ainul Mufid, Ahmad Zainuddin, and Wiwin Ainis Rohtih. “Konsep Berpikir Kritis Perspektif Imam Fakhruddin Ar-Razi ( Interpretasi Qs . Ali Imran : 190-191 Dan Qs . Az-Zumar : 18 ).” Twikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial 01, no. 02 (2023): 23–40.

Riswan, Syaeful Rokim, and Ibrahim Bafadhol. “Kecerdasan Spiritual Dalam Persepektif Al-Quran ( Kajian Tafsir Tematik ).” Jurnal Ilmiah: Cendikia MUda Islam 3, no. 2 (2023): 227–42.

Sarwat, Ahmad. Menafsir Perumpamaan dalam Al-Qur’an: Tafsir Tematik. Jakarta: Rumah Fiqih Publishing, 2018.

Shahrur, Muhammad. Tafsir Ayat-Ayat Pilihan. Jakarta: Lentera Hati, 2020.

Shihab, M. Quraish. Lentera Al-Qur’an. Jakarta: Mizan, 2008.

Shihab, M. Quraish. Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Edisi Revisi. Jakarta: Lentera Hati, 2019.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al Misbah. Jakarta: Lentera Hati, 2003.

Shihab, M. Quraish. Tafsīr Al-Mishbah. Tangerang: Lentera Hati, 2017.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Quran, Edisi Revisi. Jakarta: Lentera Hati, 2020.

Sofia, Wida Nafila. “Interpretasi Imam Al-Maraghi Dan Ibnu Katsir Terhadap Qs. Ali Imran Ayat 190-191.” Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education 2, no. 1 (2021): 41–57. https://doi.org/10.31538/tijie.v2i1.16

Syakir, Syeikh Ahmad Muḥammad. Tafsīr al-Ṭabari. Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Rasyada, A., Maulana, D., & Salsabila, F. (2025). Perjalanan Spiritual Orang Berilmu dalam Al-Quran: Studi Analisis Surah Ali Imran, Al-‘Ankabut, dan Az-Zumar. Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur’an Bahasa Dan Seni, 12(1), 39-57. https://jurnal.idaqupayakumbuh.ac.id/index.php/alfurqan/article/view/28